Sinopsis Lengkap Film Star Wars

Sinopsis Lengkap Film Star Wars

Sinopsis Lengkap Film Star Wars – Star Wars adalah film Amerika yang sangat terkenal hingga menjadi sebuah series. Dibuat oleh George Lucas. Luar biasanya film ini membuat beberapa hal yang terdapat dalam film menjadi populer seperti Jedi dan Lightsaber.  

Film pertama dari serial star wars justru diawali dari episode 4 yang rilis pada 25 Mei 1977 lalu diikuti dua sekuel setelahnya dengan jarak 3 tahun. 16 tahun setelahnya trilogi prekuel film tersebut dibuat kembali. Keenam film tersebut sukses secara pendapatan dan selalu dinominasikan dalam ajang Academy Awards.

Baca juga: Sinopsis Film Star Wars Force Awakens 2015

Sinopsis Film Star Wars EPISODE IV: A NEW HOPE (1977)
Film besutan George Lucas ini menceritakan tentang sebuah perjuangan yang bersifat kekal antara kebaikan dan kejahatan. Tema ini digambarkan sebagai sebuah keseimbangan di antara penghunu angkasa yang menggunakan kekuatan utama yang disebut The Force baik atau jahat. Cerita Star wars ini mengambil lokasi di luar angkasa dan menggunakan motif cerita yang biasa digunakan baik dalam cerita fiksi ilmiah maupun mitologi klasik.

Cerita Star Wars ini menjadi scenario cerita angkasa luar terbaik yang pernah ditulis. Hal ini tak ayal menjadikan Star Wars sebagai patokan produser film lainnya untuk menciptakan karya-karya yang sekarang banyak ditampilkan di permainan video, buku, film dan serial terlevisi. Film ini juga menjadi salah satu hal yang melatar belakangi perubahan bentuk budaya pada sebagian orang diseluruh dunia.

Episode IV mengisahkan tentang keadaan di Galaksi yang sedang dilanda perang saudara. Mata-mata Aliansi Pemberontak telah mencuri rancangan senjata terakhir milik Kerajaan Galaktik yaitu Death Star. Putri Leia selaku pemimpin pemberontak memiliki rancangan itu namun kemudian kapal yang ditumpanginya ditangkap oleh Lord Darth Vader, pimpinan angkata bersenjata Kerajaan. Sebelum tertangkap, rancangan tersebut disembunyikan dalam diri sebuah droid bernama R2-D2 berikut dengan sebuah pesan penting berupa rekaman hologram. Droid tersebut kemudian terdampar di sebuah planet gurun bernama bersama sahabatnya yang juga sebuah droid, C-3PO. Kedua droid tersebut akhirnya ditemukan oleh Luke Skywalker dan pamannya Owen Lars saat para droid tersebut diperdagangkan oleh kaum Jawa.

Sayangnya pihak Kerajaan mengetahui bahwa informasi mengenai rancangan Death Star berada di Tatooine. Saat Luke bertemu dengan Obi-Wan Kenobi untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada R2-D2, dia mendapatkan kenyataan pahit bahwa paman dan bibinya dibunuh oleh pasukan Kerajaan yang sedang mencari droid yang mereka beli tersebut. Merasa tak punya siapa-siapa lagi di Tatooine, Luke memutuskan untuk ikut dengan Obi-Wan dalam misi menuju ke planet Alderaan untuk membawa rancangan Death Star tersebut. Karena membutuhkan kendaraan untuk sampai ke sana, mereka pun melakukan kesepakatan dengan seorang penyelundup bernama Han Solo dan kopilotnya, Chewbacca. Kini Luke mengetahui bahwa Obi-Wan Kenobi dulunya adalah bekas ksatria Jedi yang sudah punah. Dengan diberi pengarahan oleh Obi-Wan, Luke akhirnya diperkenalkan dengan Force, sumber kekuatan seorang ksatria Jedi. Jedi sendiri adalah ksatria yang bertugas untuk menjaga perdamaian di Galaksi. Obi-Wan kemudian menceritakan bahwa ayah Luke tewas dibunuh oleh Darth Vader, bekas muridnya yang berpaling ke sisi gelap Force.

Dalam perjalanan, dalam suatu insiden mereka bertemu Putri Leia yang sedang ditawan. Perjalanan ke Alderaan berubah menjadi misi penyelamatan dan mereka harus berjuang untuk bisa mengeluarkan diri mereka dari daerah musuh kemudian membawa rancangan tersebut untuk diserahkan pada pihak yang berkepentingan agar kemerdekaan di Galaksi bisa dipulihkan kembali.

Sinopsis Film Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back (1980)
Film ini sendiri mendapatkan 3 nominasi di tahun 1981 dalam kategori Best Sound, Best Art Direction, dan Best Original Score Music. Dari ketiga nominasi tersebut, film ini memenangkan Oscar di kategori Best Sound mengalah kandidat lainnya seperti Raging Bull, Fame, Altered States, dan Coal Miner’s Daughter. Film arahan Irvin Kershner yang wafat 27 November 2010 kemarin dalam usia 87 tahun ini merupakan lanjutan cerita yang berseting tiga tahun setelah kejadian Episode IV: A New Hope.

Film yang dirilis pada 21 Mei 1980 ini merupakan salah satu episode terpopuler di saga Star Wars dan juga merupakan film yang masuk dalam salah satu film berperingkat tertinggi dalam sejarah. Pendapatan film ini adalah US$538 juta di seluruh dunia dan membuatnya sebagai film dengan pendapatan tertinggi di tahun 1980. Bila disesuaikan dengan nilai inflasi, film ini merupakan film berpendapatan tertinggi ke-12. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 Star Wars di tahun 1997, The Empire Stikes Back di-remaster ulang secara digital dan dirilis kembali bersamaan dengan A New Hope dan Return of the Jedi di bawah judul Star Wars Trilogy: Special Edition. Lucas melakukan beberapa perubahan kecil di film ini.

Dikisahkan 3 tahun setelah kejadian di Episode IV, setelah Aliansi Pemberontak menghancurkan Death Star, mereka terpaksa harus mencari markas rahasia lagi setelah markas mereka yang pertama berhasil diketahui oleh Kerajaan Galaktik yang dipimpin oleh Darth Vader. Para pemberontak yang terdiri daro Luke Slywalker, Han Solo, Puteri Leia Organa dan beberapa pejuang lain menemukan sebuah tempat di planet es Hoth yang terpencil sebagai markas baru mereka untuk menghimpun kembali kekuatan untuk melakukan perlawanan.

Di planet Hoth itu, Luke mengalami peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya namun akhirnya dengan sedikit kekuatan Force yang pernah diajarkan Obi-Wan Kenobi dan berkat bantuan dari kawan dekatnya Han Solo, Luke berhasil selamat. Namun di saat dalam kondisi bahaya tersebut, dirinya mendapatkan bayangan Obi-Wan yang menyuruhnya untuk menuju ke sebuah sistem terpencil guna menemukan seorang master Jedi bernama Yoda.

Tak butuh waktu yang lama bagi Kerajaan Galatik menemukan markas baru Pemberontak. Planet Hoth pun diserang sehingga membuat para pejuang melawan dan melakukan evakuasi karena kalah jumlah. Planet Hoth yang dingin membeku itu pun ditinggalkan. Han Solo bersama Puteri Leia, Chewbacca dan C-3PO yang menaiki Millenium Falcon guna menghindari kejaran Darth Vader terpaksa mesti mencari akal agar bisa lolos. Setelah bersembunyi di sebuah asteroid besar, mereka pun menuju Cloud City, sebuah tambang gas mengapung di langit planet Bespin yang dijalankan oleh teman lama Han, Lando Calrissian. Sayangnya di sana, Han dan kawan-kawan berhasil diperdaya.

Sementara itu, Luke Skywalker dan R2-D2 berhasil mencapai planet Dagobah dan bertemu master Yoda. Melanjutkan pelatihannya yang terputus dari Obi-Wan, Luke pun digembleng oleh Yoda untuk menjadi seorang ksatria Jedi. Namun sebelum berhasil menyelesaikan pelatihannya, Luke mesti meninggalkan Dagobah untuk meyelamatkan Han Solo dan Puteri Leia yang dalam bahaya. Usaha penyelamatan ini akhirnya membuat Luke harus berkonfrontasi dengan Darth Vader dan di saat duel menentukan itulah, Luke mendapatkan fakta mengenai dirinya yang sukar untuk diterima olehnya.

Sinopsis Film Star Wars Episode VI: Return of the Jedi (1983)
Meski nyaris menyelesaikan pelatihannya dengan Yoda, Luke Skywalker (Mark Hamill) memulai rencananya untuk menyelamatkan sahabatnya; Han Solo (Harrison Ford) yang dibekukan dalam carbonite dan disekap oleh gembong penjahat Jabba the Hutt. Dibantu oleh Puteri Leia, Lando, Chewbacca dan dua droid yang selalu setia menemani, C-3PO dan R2-D2, mereka pun menyusup ke istana Jabba yang terletak di Tatooine, kampung halaman Luke. Setelah perjuangan yang cukup berat dan akhirnya berhasil membunuh Jabba the Hutt, Han Solo berhasil mereka bebaskan. Namun saat Leia, Solo dan yang lainnya kembali pada para pemberontak, Luke memutuskan untuk kembali ke Dagobah untuk menuntaskan pelatihannya sebagai seorang ksatria Jedi. Sayangnya saat ditemui, Yoda sedang sekarat. Menjelang ajalnya, Yoda memberitahukan bahwa Luke masih memiliki satu anggota keluarga lagi setelah ayahnya. Yoda menambahkan bahwa untuk menjadi seorang ksatria Jedi sejati, maka Luke harus sekali lagi menghadapi ayahnya; Darth Vader yang dulunya bernama Anakin Skywalker. Arwah Obi-Wan (Alec Guinness) menegaskan bahwa yang dimaksud oleh Yoda adalah saudari kembarnya yang sejak lahir dipisahkan dari Luke agar mereka berdua terhindar dari pengejaran sang Kaisar. Dari penjelasan Obi-Wan, barulah Luke mengetahu satu fakta lagi yang mengejutkan: Ternyata Leia adalah saudari kembarnya.

Aliansi Pemberontak kemudian mengetahui bahwa Kerajaan Galaktik tengah membangun sebuah Death Star yang baru. Han Solo lalu ditunjuk untuk memimpin tim penyerang untuk menghancurkan stasiun pembangkit tenaga stasiun tempur milik kerajaan yang berada di bulan hutan Endor. Luke yang baru kembali dari Dagobah turut bergabung dalam tim tersebut. Tim pun menuju ke Endor dengan menggunakan pesawat milik Kerajaan yang berhasil dicuri oleh para pemberontak. Setibanya di Endor, mereka bertemu dengan suku Ewoks dan menjalin persahabatan dengan mereka setelah melalui proses yang cukup sulit. Di sinilah Luke menjelaskan segala fakta mengenai hubungan di antara mereka yang tak lain adalah saudara kembar yang memuliki ayah dan ibu yang sama.

Luke yang tak mau membahayakan misi kawan-kawannya lalu menyerahkan diri pada pasukan Kerajaan. Dia lalu digiring ke Darth Vader, ayahnya. Luke membujuk ayahnya agar keluar dari sisi gelap, namun Vader mengatakan bahwa semuanya sudah terlambat dan dia harus membawa Luke menemui Kaisar Palpatine, master Sith-nya. Kaisar Palpatine sendiri ingin menjadikan Luke sebagai hambanya, sama seperti yang dilakukannya pada Darth Vader. Di episode klimaks inilah terjadi adu duel antara ayah dan anak untuk kedua kalinya. Apakah Luke berhasil membujuk ayahnya agar kembali ke jalan yang benar, atau haruskah dia membunuh ayahnya sendiri demi keselamatan semua makhluk yang ada di galaksi? Bagaimana dengan sang Kaisar yang berhasrat memilih Luke untuk menggantikan posisi Darth Vader?

Sinopsis Film Star Wars Episode I: The Phantom Menace (1999)
Republik Galactic berada dalam masa kemunduran dengan birokrasi yang busuk dan korup serta keadaan ekonomi yang memburuk. Sebagai tanggapan terhadap pajak bagi rute perdagangan, Federasi Dagang yang tamak membuat blokade kapal perang di sekitar planet kecil bernama Naboo. Berharap untuk menyelesaikan masalah, Mahkamah Kanselir mengirimkan dua Jedi, Qui-Gon Jinn dan muridnya Obi-Wan Kenobi, untuk bernegosiasi dengan Ketua Federasi Dagang, Nute Gunray. Tanpa sepengetahuan mereka, Federasi Dagang bersekutu dengan Sith jahat bernama Lord Darth Sidious, yang memerintahkan mereka untuk membunuh kedua Jedi tersebut dan menyerang Naboo dengan pasukan droid. Di sana, Qui-Gon menyelamatkan seorang bangsa Gungan bernama Jar Jar Binks dari terinjak-injak oleh sebuah tank milik Federasi. Karena berutang budi pada Jedi, Jar Jar memandu mereka menuju kota bawah bangsa Gungan bernama Otoh Gunga. Di tempat itu, para Jedi gagal membujuk bangsa Gungan untuk membantu penduduk Naboo, meskipun mereka mampu memperoleh transportasi untuk mencapai kota Theed yang berada di permukaan.

Ratu Padmé Amidala dari Naboo ditangkap oleh pasukan Federasi, namun diselamatkan oleh para Jedi. Sang ratu meninggalkan Naboo bersama dengan Jedi dengan menggunakan kapal luar angkasa pribadi yang kemudian rusak dalam perjalanan setelah melalui blokade yang mengelilingi planet Naboo. Hal tersebut memaksa mereka untuk mendaratkan kapal di gurun pasir planet Tatooine untuk perbaikan.

Saat mencari suku cadang untuk memperbaiki kapal yang rusak, Ratu Padmé yang menyamar menjadi pelayan bertemu dengan seorang budak muda bernama Anakin Skywalker yang langsung menyukai Padmé. Setelah menghabiskan waktu bersama Anakin dan ibunya, Shmi Skywalker, Qui-Gon merasakan adanya kehadiran Force yang kuat dalam diri Anakin dan curiga bahwa Anakin mungkin adalah Yang Terpilih yang akan membawa keseimbangan bagi Force. Setelah berhasil memperbaiki kapal, Anakin bawa ikut oleh Qui-Gon tanpa ibunya karena statusnya yang masih budak dan sulit untuk dibebaskan. Namun sebelum mereka meninggalkan planet Tatooine, mereka mesti berurusan terlebih dahulu dengan murid Darth Sidious, Darth Maul, yang mana dikirim untuk menangkap Ratu Padmé. Setelah pertarungan singkat terjadi, mereka berhasil melarikan diri.

Berhasilkah Qui-Gon dan Obi-Wan mengawal sang Ratu menuju ke planet Coruscant agar dia bisa mengajukan kasusnya ke Senat Galactik? Apakah benar kalau Anakin akan membawa keseimbangan bagi Force dan dapat dilatih menjadi seorang Jedi? Lalu apakah Federasi Dagang yang tamak itu bisa membubarkan blokadenya dan membiarkan planet Naboo menjadi aman dan sejahtera seperti sedia kala? Dapatkan jawabannya di film ini.

Sinopsis Film Star Wars Episode II: Attack of the Clones (2002)
Film pemenang Oscar untuk kategori Efek Visual Terbaik di tahun 2003 ini bersetting di masa 10 tahun setelah peristiwa di film pertama. Sepuluh tahun telah berlalu pasca invasi Naboo dan Republik Galactic dalam kekacauan. Bekas Master Jedi, Count Dooku mengatur gerakan Separatis terhadap Republik sehingga membuat para Jedi kesulitan dalam menjaga perdamaian. Republik kemudian memikirkan untuk membuat sebuah pasukan dalam membantu para Jedi, memotivasi Senator Amidala, bekas ratu Naboo, agar kembali ke Coruscant untuk ikut ambil suara. Setibanya di sana, dia nyaris saja menjadi korban usaha pembunuhan. Kanselir Agung Palpatine menugaskan ksatria Jedi Obi-Wan Kenobi dan muridnya Anakin Skywalker untuk melindungi Amidala. Malamnya, satu usaha pembunuhan lagi dialamatkan pada sang Senator, meskipun para Jedi berhasil menggagalkan usaha tersebut dan menaklukkan pembunuhnya. Namun sebelum ditanyai, si pembunuh tewas dibunuh seseorang yang khawatir bila dalang di balik semua ini akan dibocorkan. Seiring kedekatan antara yang dilindungi dan yang melindungi, benih-benih cinta tumbuh di hati Amidala dan Anakin.

Dalam usahanya mencari otak di balik usaha pembunuhan terhadap diri Amidala, Obi-Wan menuju ke Kamino, di mana dia menemukan bahwa pasukan klon diproduksi oleh Republik secara diam-diam. Obi-Wan mendapati bahwa seorang pemburu bayaran bernama Jango Fett adalah pembunuh yang sedang dia cari-cari. Setelah gagal menangkap Jango, Obi-Wan melacak jejak Jango, yang kabur meninggalkan Kamino bersama putranya, Boba Fett, ke planet Geonosis. Sementara itu, Anakin terus bermimpi buruk soal ibunya di Tatooine yang telah lama ditinggalkannya sejak ikut bersama Obi-Wan dan almarhum Qui-Gon Jinn. Tidak menaati perintah Obi-Wan, Anakin meyakinkan Amidala (atau Padmé) untuk pergi ke Tatooine menjenguk ibunya. Sesampainya di sana, kenyataan yang sangat pahit mesti dihadapi oleh Anakin yang akan mengubah kehidupannya secara drastis di kemudian hari. Di planet Geonosis, Obi-Wan akhirnya mengetahui dalang di balik usaha pembunuhan Amidala dan mendapati pasukan musuh yang sangat besar juga sedang dibuat dan dikembangkan. Star Wars Episode II: Attack of the Clones merupakan fiksi ilmiah luar angkasa yang disutradarai oleh George Lucas dan ceritanya ditulis oleh George Lucas dan Jonathan Hales.

Sinopsis Film STAR WARS: EPISODE III - REVENGE OF THE SITH (2005)
Republik diambang kehancuran. Filmpun dibuka dengan adegan misi penyelamatan yang dilakukan oleh Obi-Wan dan Anakin terhadap Kanselor Palpatine yang disekap oleh Jendral Grievous. Dalam misi ini seperti biasa turut serta R2-D2. Tak disangka, Anakin berhadapan kembali dengan Count Dooku, maka tak ayal Dooku pun langsung dihabisi oleh Anakin yang mendendam padanya selama ini. Palpatine sendiri berhasil diselamatkan. Semenjak itu hubungan Palpatine dan Anakin pun menjadi semakin dekat. Anakin sendiri mendapatkan kejutan, Padme ternyata tengah mengandung.

Betapa gembiranya Anakin mendengar kabar ini. Namun, hubungan dekat Palpatine dan Anakin sangat dikhawatirkan oleh Obi-Wan. Ia yakin bahwa diam-diam sang Kanselor tengah menyusun suatu rencana licik. Sementara itu, keberadaan Jendral Grievous di Utapau akhirnya diketahui oleh Dewan Jedi, maka Dewan pun mengutus Obi-Wan untuk menangkap sang Jendral. Hal ini membuat kecewa Anakin, karena ia sebenarnya ingin sekali ikut andil dalam misi tersebut. Kekecewaan ini ditambah ketika ia diterima dalam Dewan Jedi, namun Master Windu dan Yoda tak mau memberikan predikat Master pada dirinya. Diam-diam Anakin mulai tertarik dengan kekuatan Dark Force yang ditawarkan oleh Palpatine. Master Windu yang akhirnya mengetahui bahwa Palpatine adalah seorang Sith berhasil dengan mudah dilumpuhkan oleh sang Kanselor. Semenjak itu Palpatinepun mengangkat Anakin sebagai muridnya, dengan sebutan Lord Vader.

Langkah pertamanya adalah membantai semua ksatria Jedi. Obi-Wan yang baru saja melumpuhkan Grievous pun kini harus menghadapi serangan tentara Republik yang memburunya. Beruntung Yoda berhasil diselamatkan oleh Chewbacca dan Senator Bail Organa. Obi-Wan dan Yoda yang lolos dari usaha pembantaian tersebut terkejut ketika mengetahui jatidiri sang pembantai. Obi-Wan pun meminta bantuan Padme untuk memberitahu tempat Anakin bersembunyi. Namun, Padme menolak permintaan Obi-Wan dan tak percaya bahwa Anakin kini telah beralih pada Dark Force. Diam-diam ia pun mendatangi Anakin yang bersembunyi di Mustafar. Namun, ucapan Padme membuat Anakin murka, apalagi ketika ia melihat Obi-Wan yang ternyata diam-diam menyusup ke dalam pesawat Padme. Padme pun terluka parah oleh perbuatan Anakin sementara itu duel antara guru dan murid pun tak terhindarkan lagi.


Blog, Updated at: Mei 11, 2015

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsored

Sponsored